Latest Games :

NomiNe FesTival MusiC aNd aRts pRojEct

Senin, 12 Januari 2009 | 0 komentar

Berikut adalah foto-foto di UNESA dalam rangka kampanye Stop Bullying. Dan sayangnya SPECTRUM BAND tidak bisa lolos 2 besar dan meneruskan perjuangan ke Jakarta. meskipun 2 lagu SPECTRUM terpilih, tetapi hal itu tidak bisa menjadi acuan untuk lolos. SPECTRUM gagal mungkin karena para personilnya beda sekolah, karena saat itu banyak banget yang nggak percaya kalau SPECTRUM tidak lolos padahal arransement musiknya enak and surprise serta banyak yang suka.Banyak orang yang kaget saat itu. Akan tetapi hal itu tidak membuat surut semangat para personelnya, hal itu dibuktikan dengan persiapan mereka buat rekaman album indie. Meskipun begitu Bojonegoro masih mempunyai MAHA yang menjadi runner up setelah disisihkan oleh anak-anak Kediri. Namun mereka tetap berhak untuk berangkat ke Jakarta bersaing dengan anak-anak dari penjuru Indonesia. Berikut fofo-foto Festival Music and Art Project:

Continue Reading

Doy

| 0 komentar

Intro: Bm A Bm G – A - Bm

Bm
Sejenak ku terdiam dan membisu

D
Membuatku lelah dan tanpa arah

Em
Coba mengertilah, coba pahamilah

F# Bm - F#/A# (x1x322)
Arti cinta sesungguhnya

Bm
Dan letakkan hatimu disini - liriklagumusik.com

D
Ku berjanji kau tak ‘kan kusakiti

Em
Sejuk sepi sedang dan tanyakan bintang

Kord

Interlude: D Em F#

Bm
Ku latih kau terbang diatas awan

D
Agar kau tegar dan tak terkalahkan

Em
Jadilah jagoan seperti yang ku inginkan

F# Bm - F#/A#
Agar dapat ku banggakan

Bm
Namun sikapmu kini telah berubah
D
Membuatku resah dan serba salah

Em
Kau berdiam diri membuat nadiku berhenti

chord

G – D –
Reff: Coba kau pikirkan, coba kau renungkan

Bm – A –
Apa yang kau inginkan telah aku lakukan

Bm – A –
* Apa yang kau butuhkan telah aku berikan

* lirik pengganti, di pengulangan terakhir

G – D –
Coba kau pikirkan coba kau renungkan

Bm – A –
Tanya bintang-bintang hanya kaulah yang ku sayang

F# – Bm –
Apa yang kau butuhkan telah aku berikan

G – A –
Coba kau katakan apa yang kau inginkan...

Interlude: D A Bm F# G D Em A

Kembali ke: Reff (2x)

Coda: Bm
Continue Reading

Tentang aku, kau dan dia

| 0 komentar

Intro: C G Am Em F C Am G7

C G
Selayaknya engkau tahu

Am Em
Betapa ku mencintaimu

F C Am G
Kau tenangkanku dari mimpi burukku

C G
Selayaknya kau mengerti

Am Em
Betapa engkau ku kagumi

F C Am G
Kau telah tinggal dalam palung hati

Interlude: C G Am Em F C Am G7

C G
Betapa hancur hatiku

Am Em
Melihat engkau bersamanya

F C Am G
Namun kumencoba ‘tuk tegar menghadapinya

C G
Jangan kau menangis lagi

Am Em
Tak sanggup aku melihatnya

F C Am G
Sekarang kau pilih diriku atau dirinya

Am Em
Reff: Kutuliskan cerita

F C
Tentang engkau dan dia

Am G
Membuat hatiku s’makin terluka

Am Em F C
Sudah usai sudah cerita engkau dan aku

Am G
Ku anggap sebagai bingkisan kalbu wo.. woou…


C G Am
(*) Kutulis cerita

Em F
Tentang aku dan dia

C Dm G
Sehingga membuatmu terluka

C G Am Em F
Sudah usai sudah jangan menangis lagi

C Dm G
Kurasa sampailah di sini

Int: Am G C Dm F E(2x) Am F G E(2x)

Kembali ke: Reff, Reff & (*) — 1 = D

D
Coda: Kasih…
Continue Reading

| 0 komentar

KISAH SUKSES KANGEN BAND• Saturday, July 21. 2007

Membaca kisah sukses memang menyenangkan. Ini juga yang membuat saya ikut senang ketika membaca kisah sukses grup musik Kangen Band. Meski belum sepopuler grup band papan atas lainnya, keberhasilan mereka menjual 300 ribu copy album mereka sudah cukup mengangkat tingkat kesejahteraan personilnya.

Menarik sekali mengetahui bahwa vokalisnya mantan tukang es cendol. "Pantesan suaranya keras, karena biasa teriak-teriak jual es cendol" seloroh rekannya pada Andika sang vokalis.

mengirimkan ke stasiun radio di Bandar Lampung. Mereka mengirim demo lagu Penantian yang Tertunda dan kemudian Tentang Aku, Kau & Dia. Karena jarang diputar, awak Kangen sengaja menelepon ke radio tersebut dengan berpura-pura sebagai pendengar yang meminta lagu itu untuk diperdengarkan.

Belakangan Tentang Aku, Kau & Dia sering diputar oleh radio tersebut. Sekitar empat minggu kemudian Dodhy mendengar lagu Kangen diputar oleh penjual CD di kaki lima di Pasar Tengah, Tanjung Karang.

"Waktu itu kami seneng banget denger lagu kami dibajak," kenang Dhody.

Lagu Kangen versi bajakan itu semakin populer pada pertengahan tahun 2006. Di radio, pasar, angkot-angkot di Lampung, sampai sejumlah mal di Jakarta sering memutar lagu Tentang Aku, Kau & Dia versi bajakan. Dari popularitas ala bajakan itu, Kangen banyak mendapat undangan manggung. Mereka pertama kali manggung di Pringsewu, Lampung, dengan honor Rp 800.000.

Popularitas Kangen itu kemudian terendus oleh semacam agen bernama Positif Art Management. Bulan Agutus 2006 Kangen mendapat panggilan untuk tampil di Jakarta. Bermodal uang pinjaman mereka berangkat ke Jakarta.

"Kami ketemu mereka dalam keadaan nganggur. Kami tawari mereka untuk main di Jakarta," kenang Sujana dari Positif Art Management.

"Kampungan"

Mengapa Kangen Band?

"Kami menyukai mass market (pasar massal) selain juga yang segmented—tersegmentasi. Yang segmented ini juga penting," kata Jusak Sutiono, Managing Director WMI yang ditemui di Kantor WMI, Jakarta.

Pasar massal dalam dunia dagang adalah kelompok konsumen paling besar untuk produk tertentu. Lebih spesifik lagi pasar massal untuk Kangen Band tersebut adalah kelompok C dan D. Mereka, dari parameter daya beli, adalah kelompok masyarakat menengah ke bawah.

"Mass market, kelas C dan D, kini dilupakan orang," kata Jusak.

Jusak menengarai, pasar massal cenderung menyukai lagu dengan melodi yang didominasi nada minor serta aransemen sederhana. Di telinga Jusak, Kangen Band menawarkan materi dengaran yang agak berbeda, yaitu adanya sentuhan Melayu dan Mandarin pada beberapa lagu mereka, seperti pada lagu Tentang Bintang atau juga Adakah Jawabnya.

"Dan lirik lagu agak kampungan itu tadi ha-ha-ha...." kata Jusak.

Lirik "kampungan" bisa diartikan sebagai penyampaian dengan kata-kata lugas, tanpa basa-basi atau dirangkai-rangkai agar terkesan indah atau puitis seperti terdengar pada lagu Selingkuh di atas. Semoga Kangen Band terus melejit menjadi band papan atas dan tidak lupa pada perjuangan mereka. Salut.
Berikut saya copykan kisah mereka yang dimuat di Harian Kompas, "Kangen Suara Jelata"

Kangen Suara Jelata - Frans Sartono

Suatu siang di Kantor Warner Music, Jakarta, enam awak band melahap nasi bungkus sambil duduk lesehan di lantai atau duduk bersila di sofa. Mereka adalah personel Kangen Band, kelompok dari Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung, yang belakangan naik daun.

"Pacarku cintailah aku/ Seperti aku cinta kamu/ Tapi kamu kok selingkuh."

Itu penggalan lirik lagu Selingkuh dari Kangen Band, yang menurut seorang produser terkesan agak "kampungan". Akan tetapi, justru nuansa kampungan itulah yang menjadikan perusahaan rekaman Warner mengambil Kangen Band.

Band bentukan 4 Juli 2005 itu kini tengah mencicipi ujung dari sebuah popularitas. Album pertama Aku, Kau & Dia yang dirilis Warner Music Indonesia (WMI) pada Februari 2007 terjual sekitar 300.000 keping. Ini termasuk angka cukup tinggi mengingat artis terkenal pun saat ini cukup sulit untuk meraih angka penjualan 50.000 kopi.

Jadwal konser keliling mereka padat. Bulan Juni lalu mereka tur ke belasan kota di Jawa Tengah, seperti Cilacap, Klaten, Jember, Tuban, Sidorajo, sampai Banyuwangi, dan Kalimantan. Di Sampit, Kalimantan, mereka tampil di hadapan sekitar 19.000 penonton. Kangen bahkan akan tampil pada konser akbar Soundrenalin 2007. Mereka kebagian tampil di Palembang (22 Juli) dan Surabaya (5 Agustus).

Kangen tengah mencicipi rezeki. Meski relatif "kecil" dibandingkan dengan perolehan band penghasil album sampai di atas satu juta kopi, awak Kangen sudah sangat bersyukur. Dodhy, sang gitaris, vokalis, dan penggubah lagu, bisa membeli sepeda motor, pesawat televisi, dan meja-kursi, serta membantu ayahnya yang bekerja sebagai penarik becak.

"Aku sudah meminta bapak untuk berhenti narik becak, tapi enggak mau. Katanya, baik untuk jantung," kata Dodhy Hardiyanto (23) tentang ayahnya yang bernama Paijo.

Setakat, itulah pengalaman paling dramatik dalam perjalanan hidup Kangen sebagai band. Kangen berawak Dodhy pada gitar dan vokal, Andika (vokal), Thama (gitar 2), Bebe (bas), Iim (drum), dan Izzy (keyboards). Mereka sama sekali tak menyangka akan diambil oleh Warner, perusahaan rekaman besar yang juga menaungi Jikustik sampai Maliq & D’Essential. Warner sebagai bagian dari perusahaan rekaman raksasa Warner Group juga mengedarkan album dari sederet nama terkenal, mulai Phil Collins, MUSE, My Chemical Romance, sampai Linkin Park.

"Ketika tiba di Jakarta, kami ketemu Pak Jusak (Produser WMI). Kami diajak makan. Meja makannya gede banget. Kami kaget saat diajak melihat studio rekaman. Kami peluk-pelukan dan menangis," kenang Dodhy saat berkunjung ke WMI, Agustus 2006.

Jelata

Mereka lahir dari realitas kehidupan rakyat jelata, bukan produk reality show. Dodhy pernah menjadi kuli bangunan. Bebe yang bernama lengkap Novri Azwat (18) membantu orangtua jualan nasi uduk di depan Rumah Sakit Abdul Muluk, Bandar Lampung. Rustam Wijaya (22) alias Tama adalah penjual sandal jepit. Iim bekerja di bengkel motor, sedangkan Andika (23), sang vokalis, adalah penjual cendol keliling.

"Makanya suara keras karena biasa teriak-teriak jualan cendol," seloroh rekannya.

Dodhy dan kawan-kawan biasa nongkrong menghibur diri sambil nyanyi di jembatan di Jalan Dr Sutomo. Sesekali, mereka berpatungan agar bisa berlatih band di studio rental. Mereka sering harus menjaminkan sepeda motor sebagai jaminan kekurangan biaya sewa studio.

Pada Juli 2005 Kangen membuat CD demo.banyak banget di internet mengenai banyak pihak yang kurang suka pada Kangen Band dan menganggap band ini tidak masuk kelas. Saya serahkan pada masing-masing untuk menilainya. Saya pribadi beranggapan, musik adalah kemerdekaan. Orang boleh tidak suka, kalau saya senang apa masalahnya ? Masih ingat, dulu tahun 70-an ada yang bilang dangdut = (maaf) musik taik kucing, tapi sekarang, dangdut merajai dunia musik terlepas para pengecamnya bilang apa. Itulah dunia demokrasi :-). Lha kok saya sewot ? Ini habis baca cerita mengenai komentarnya David Naif soal Kangen Band :-). Sudah telat sih, hehehe....
Continue Reading

Kamis, 08 Januari 2009 | 0 komentar

Lagu Baru Presiden SBY Dilantunkan Kangen Band

 Di tengah kesibukan menggelar rapat-rapat persiapan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), kreativitas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terus saja mengalir. Pada acara peringatan ulang tahun kesembilan harian Rakyat Merdeka di Hotel Mulia, Jakarta, Jumat (16/5), lagu ciptaan Presiden yang baru berumur dua hari dikumandangkan oleh grup musik Kangen Band.

Lagu berjudul Lorong Berujung yang syairnya digubah oleh Presiden dan aransemennya hasil karya Kangen Band itu khusus diperdengarkan untuk memperingati seratus tahun Kebangkitan Nasional.

Di awal penampilan Kangen Band yang membawakan lagu tersebut, Presiden Yudhoyono yang tampil cerah dengan batik bernuansa biru tampak sempat sesaat memejamkan mata.Lagu bernada sedih itu bertutur tentang kesulitan masa transisi, namun pasti akan berakhir seperti lorong yang menemui ujungnya.Kehadiran Presiden di acara ulang tahun Rakyat Merdeka itu untuk yang kedua kalinya. Tahun lalu, Presiden juga hadir dalam acara sewindu ulang tahun harian milik kelompok usaha Jawa Pos itu.

Presiden dalam pidatonya mengatakan, meski ia sering tidak suka dengan pemberitaan Rakyat Merdeka tentang dirinya, ia tetap berkawan dengan koran tersebut.
Presiden justru meminta harian itu agar mempertahankan keunikannya yang ia nilai ingin menyuarakan pikiran rakyat dan melancarkan kritik sosial.
Selain Presiden, pada acara tersebut hadir Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, dan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

Juga hadir beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu, yaitu Menteri Sekretaris Negara Hatta Radjasa, Menteri Komunikasi dan Informatika M Nuh, dan Meneg Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta.Selain dihibur oleh kumandang lagu gubahannya, Presiden pada acara malam ulang tahun Rakyat Merdeka itu juga tampak santai dan tertawa menonton adegan panggung bincang-bincang antara Tukul Arwana dan Ketua KPK Antasari Azhar. (kpl/dar)
Continue Reading

| 0 komentar

'Langganan' Kritik, Kangen Band Tetap Tampil Lugu

Kapanlagi.com - Julukan 'Sederhana' Band agaknya cukup pas untuk grup band yang isinya anak-anak muda asal Provinsi Lampung ini. Betapa tidak, boleh saja mereka yang suka berinternet ria mengeluarkan hujan kritik terhadap band ini, tapi ternyata penampilan Kangen Band di Yogyakarta tetaplah 'ciamik'.

Tampil dalam program Inbox SCTV di Yogya, persisnya di halaman Ambarrukmo Plaza, Jumat (25/4), Kangen Band membawakan lagu-lagunya yang selama ini sudah sering nongol di layar kaca dan ikut menghias berbagai acara musik di tanah air. Dari sisi lagu dan tampilan tidak banyak yang berubah.

Kalau ada yang membuat terkesan mereka yang hadir termasuk Kapanlagi.com, adalah kesederhanaan atau keluguan mereka dalam bersikap. Sikap sederhana ini sangat nampak ketika mereka diberondong pertanyaan oleh host Ayu Hastari dan Raymond di acara live ini, tentang bagaimana rasanya mulai menjadi seorang bintang dan grup band yang tenar.

"Ah...nggak lah. Kami belum apa-apa. Kalau ada yang bilang kita grup band tenar atau papan atas ya terima kasih saja. Tapi kami merasa tetap biasa. Tidak boleh sombong," kata Andika kalem.

Di tengah-tengah berbagai kritik, Kangen juga tetap melanglang negeri dalam tour mempromosikan lagu album mereka. Berbagai kota pun disinggahi. "Capai tentu. Tapi ini memang sudah jadi keharusan apalagi bagi grup band yang masih baru seperti kami," ujarnya.

Saat ditanyakan bagaimana dengan membagi waktu untuk keluarga, mewakili teman-temannya sang vokalis berperawakan kerempeng yang mengaku doyan dengan sayur genjer ini dengan mantap menjawab, "Ya kalau pas agak longgar pasti dong disempetin untuk keluarga."

Kangen Band dijadwalkan akan segera merilis album ke-2 mereka di Semarang pada 2 Mei 2008 mendatang. (kpl/jj/tia)
Continue Reading

| 0 komentar

Kangen Band Tak Mau 'Neko-Neko'

Kangen Band rupanya tak mau peduli dengan apa yang dikatakan orang tentang band dan aliran musik mereka. Mereka mengaku tak masalah kalau dianggap berpenampilan ndeso, lagunya cengeng, dan skill musik yang biasa. Kangen Band merasa yakin dengan apa yang mereka jalani dan apa yang mereka tampilkan adalah 'semangat' Kangen Band. "Kami tetap jalan terus. Kami begini, tidak 'neko-neko' dan akan seperti itu.

  Lha ini kami pake kostum kaos dan jaket kulit seperti yang dipakai penonton," kata Andika, personel Kangen Band dalam sebuah jumpa pers di sela-sela acara 'A Mild Live Soundrenaline 2008', di pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta, Minggu (10/8) sore. Andika menambahkan, Kangen Band tak menghiraukan pendapat mereka yang emoh dengan musiknya. Kalau ada yang bilang Kangen Band dan musiknya bagaimana, ya akan dibiarkan saja. "Ibaratnya masuk ke telinga kiri, keluar ke telinga kanan," ujarnya. Pokoknya mereka akan main band. Selain itu, mereka toh juga punya fans yang mengidolakan. (kpl/tia/bun)

Continue Reading

Kangen Band

| 0 komentar


Kangen Band
Lampung, 2003




Biografi :

Kangen Band merupakan grup musik pendatang baru yang dibentuk di Lampung pada 2005. Meski terbilang sebagai pendatang baru, namun band yang personelnya terdiri dari Doddy, Andika, Tama, Lim, Nory, dan Barry itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat. 

Album perdana mereka adalah TENTANG AKU, KAU DAN DIA (2007). Dalam album tersebut terdapat lagu Tentang Bintang, Tentang Aku Kau dan Dia, Jika, Selingkuh, Karma, Penantian Yang Tertunda, Bidadariku Surgaku, Adakah Jawabnya, Petualang Cinta dan Menunggu. 

Lagu populernya Tentang Bintang dan Selingkuh menjadi hit yang populer di masyarakat. Kedua lagu tersebut juga populer menjadi nada sela dan ring tone. Bahkan di ajang SCTV Award, Kangen Band berhasil masuk sebagai grup band terfavorit.

Belakangan, kisah perjalanan karirnya yang diawali dari pedagang kaki lima diangkat sebagai sinetron, dengan judul AKU MEMANG KAMPUNGAN (2007).













Continue Reading
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blogna hniv - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger